5/14/2013 4:06:26 PM Pertamedika dan PTC Bersinergi Energia Weekly Pertamina No. 17 Tahun XLIX Terbit 29 April 2013

5/14/2013 3:57:21 PM Kunjungan Meneg BUMN ke Pertamedika

more news

Pelanggan Umum Pelanggan Perusahaan Pensiunan Pertamina


PT PERTAMINA BINA MEDIKA
Jl. Kyai Maja No. 43 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
Ph. 021 7219057
Fax. 021 7247006
E-mail : pertamedika@pertamedika.co.id





Pengunjung Kami :





Penanganan Stroke Terpadu di RSPP


 

Keberadaan stroke unit yang mampu memberikan pelayanan terpadu, cepat dan optimal membuat masa perawatan pasien menjadi lebih singkat.

 

Hasil survei kesehatan dasar di Indonesia 2007 menunjukkan stroke merupakan  penyebab kematian tertinggi (26,9persen). Meski demikian penyakit ini dapat disembuhkan dengan cepat bila ditangani dengan tepat.

Dr.Widya Sarkawi, SpS dari RS Pusat Pertamina, Jakarta, mengatakan stroke merupakan kelainan neurologi yang tiba-tiba akibat kurangnya aliran darah ke otak.  Dia mengatakan, “gejala yang dirasakan pasien bermacam-macam sesuai dengan daerah mana yang diserang di dalam otak. Gejalanya tiba-tiba kesemutan atau kelemahan sebelah anggota badan ( muka, lengan, tungkai ), bicara kelu/ pelo, bingung, tiba-tiba gangguan penglihatan dan gangguan keseimbangan.

Ada dua faktor resiko penyebab stroke yaitu: faktor resiko yang tidak bisa dikontrol,usia,jenis kelamin, suku bangsa dan family history, faktor yang dapat dikontrol: hipertensi, kolestrol tinggi, diabetes, gangguan irama jantung, rokok dan minuman alkohol

 

Namun belakangan ini, menurut Dr.Widya, ada kecenderungan baru penyebab stroke yaitu stres dan overweight.Sroke sendiri secara garis besar ada dua jenis yaitu stroke perdarahan (pembuluh darah otak pecah) dan stroke sumbatan (aliran darah otak tersumbat).

 

Bila terjadi serangan stroke, Dr Widya menyarankan, segeralah bawa pasien ke rumah sakit karena golden period penanganan stroke adalah kurang dari 3 jam. “Bila cepat dibawa ke rumah sakit kami akan segera melakukan diagnosa dan bila stroke ini disebabkan penyumbatan kami akan langsung memberikan obat pengencer darah. Dan bila membutuhkan pembedahan kami akan segera mengkoordinasikan dengan dokter bedah terkait untuk dilakukan operasi secepatnya”

.

Neurologist RSPP lainnya, Dr.Jubelky,SpS mengatakan ada empat penggolongan stroke karena penyumbatan. Pertama Transient Ischemic Attack (TIA). Ini bisa sembuh kurang dari 24 jam. Jenis kedua Riversible Insufisiensi Neurologist Defisit (RIND). Ini bisa pulih sempurna kurang dari 21 hari. Jenis ketiga Stroke in Evolusion atau stroke berjalan dimana pasien mula-mula merasa kesemutan namun lama kelamanan semakin memburuk. Terakhir Stroke Complete atau lumpuh menetap pada bagian badan tertentu sesuai dengan jaringan otak yang terkena

Dr.Jubelky Sirait mengatakan RSPP memiliki stroke unit atau ruang intensif perawatan stroke yang memudahkan pasien mendapatkan penanganan terpadu dalam waktu singkat. “Stroke unit RSPP memiliki enam tempat tidur yang dilengkapi dengan bedside monitor yang memantau pasien 24 jam dan juga ventilator sehingga pasien tidak harus ke ICU bila membutuhkan alat bantu pernafasan,” terangnya.

 

Dia juga menambahkan adanya dokter ahli syaraf yang bisa dihubungi selama 24 jam, yang mana saat ini di RSPP ada 5 orang dokter ahli syaraf standby. Keberadaan stroke unit yang mampu memberikan pelayanan terpadu, cepat dan optimal kepada pasien menyebabkan masa perawatan menjadi lebih singkat. “Bila stroke yang dialami pasien tidak disertai komplikasi (diabetes, jantung koroner dan lainnya) maka pasien biasanya bisa pulang dalam 5-7 hari,” kata Dr.Jubelky Sirait

 

Keberadaan stroke unit dan para dokter ahli syaraf serta perawat terlatih ini ditunjang dengan lengkapnya alat diagnostik. Dr.Wid Patria W, SpS, Medical Director RSPP yang kebetulan juga seorang dokter ahli syaraf mengatakan “Kami memiliki semua alat yang dibutuhkan untuk mendiagnosa stroke untuk setiap tingkatannya misalnya multislice CT- Scan 64 dan MRI untuk memeriksa kelainan jaringan otak ada juga DSA untuk memeriksa kelainan pembuluh darah otak dan ada Gamma Camera dengan tehnologi kedokteran nuklir.

Dr.Chafied Varuna SpKN, spesialis kedokteran nuklir yang bertanggung jawab dalam pemeriksaan ini mengatakan Ct-Scan bisa memeriksa banyak hal tapi untuk kasus TIA lebih sering digunakan Gamma Camera karena alat ini bisa mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi pada otak. Meski kasus TIA berlangsung dalam waktu singkat dan   bisa kembali pulih dalam 24 jam, tapi kemungkinan serangannya sudah menyebabkan kerusakan pada otak secara fungsional.

 

 

Inforial Tempo Edisi 27 September- 3 Oktober 2010
Picture is from here